Ketua PC PMII Probolinggo, Kader PMII Harus Selalu Responsif





Bertepatan pada Rabu, 22 Desember 2021, Pengurus Komisariat (PK) PMII Universitas Nurul Jadid mengadakan pelantikan sekaligus Talkshow dengan mengusung tema “Tapak Tilas PMII Nurul Jadid”. Pelantikan tersebut di gelar di Aula II Pondok Pesantren Nurul Jadid dan di hadiri oleh Pengurus Cabang (PC) PMII Probolinggo.

Ketua Pengurus Cabang (PC) PMII Probolinggo “Zia Ulhaq” dalam sambutannya menyampaikan bahwa seluruh kader PMII khususnya yang ada di Pondok Pesantren Nurul jadi harus renponsif terhadap segala hal yang menjadi salah satu tantangan zaman, PMII Nurul Jadid juga harus bisa mempertahankan budaya - budaya pesantren.

Kader PMII harus menjaga semangat pergerakan agar tidak luntur, sadar akan perkembangan zaman 4.0 ini. Sekarang, pertempuran kader PMII bukan lagi turun ke jalan dan demo sana sini, tetapi pertempuran kader pmii sekarang adalah di dalam forum - forum ilmiah untuk memperluas wawasan dan mempertajam pemikiran.

Sahabat Abdul Basith yang merupakan ketua komisariat pertama Universitas Nurul Jadid selaku Narasumber pada sesi Talkshow, memaparkan bahwa PMII yang dulu bukanlah PMII yang sekarang, beliau menceritakan bagaimana sulitnya mencari kader untuk masuk PMII, 1 kader dalam satu minggu sudah luar biasa ujarnya. 

Beliau menyadiri ketika menjadi ketua komisariat bahwa beliau tidak memiliki tujuan khusus, namun beliau memiliki komitmen untuk selalu bergerak dan memulai suatu perubahan, dan komitmen itulah yang harus di miliki oleh kader PMII.

Sahabat Ali wafa selaku narasumber yang kedua menegaskan bahwa setiap kader PMII harus menjadi orang - orang yang progresif seperti halnya tokoh Asghar Ali Engineer. PMII jugak harus mampu menjadi wadah (saukul hurriyah al fikriyah) pasar bebas pemikiran, dengan begitu kader PMII akan menjadi progresif dan dinamis dalam gerak zaman.


Penulis : Fahri Al Khozaini | Editor : Saipur Rahman

Posting Komentar

0 Komentar