Puisi

 


Kabut lingkungan

 

Intuisi menumpul

Literasi bak kata asing yang tersampul

Dupa-dupa bagai beban intelektual yang memukul

Geger beramal seperti mantan pejuang di udik Digul

Gempar,namun redup pada waktunya

Ah,kelopak matamu!!

Perumpama berita mandul bagi pengantin baru

Senyap dan menusuk inti kemesraan

 

Lupa

 

Upaya untuk melupa

Berangsur kata mulai kupenjara

Takluk akan hukum takdir yang berderu

Entah mengapa? rindu menjadi tersangka baru

karena ia menipu

Mengadakan ilusi bagi dua insan yang tak mungkin Bersatu

Hanya dalam do’a mereka bebas bercumbu.

namun beda perkara mengenai bait yang ingin hidup

sudah terbiasa perih pada hati yang terlatih

Jumpa,telah melalui lembaran pedih

oh kasih yang dipilih

Memintaku untuk beralih

Oleh : Alghajali

Posting Komentar

0 Komentar