Diskusi Collab Rayon Asghar Ali Engineer dan Ibnu Kholdun; Membumikan Aswaja dengan Mengkaji Sejarah

Dirasa perlunya untuk menumbuhkan loyalitas dan totalitas kader PMII puteri dalam berproses, Pengurus Rayon Asghar Al Engineer dan Ibnu Khaldun adakan diskusi kolaborasi yang bertempat di Mushalla Azzainiyah Dalbar Pondok Pesantren Nurul Jadid.(06/12/2021)



Diskusi kolaborasi ini dimotori oleh kader PMII Angkatan 2020 puteri sebagai penggerak tanggung jawab dalam mengkader Angkatan 2021, sehingga mereka mempunyai Ghirah yang besar dan intelektual yang terasah untuk dapat menggerakkan organisasi tercinta ke arah kemajuan. Sejalan dengan tujuan PMII yaitu dapat mencetak output yang berdedikasi luas dan pantas disebut kader Ulul Albab.


Pada hari Ahad tepat pukul 09.00 WIB para Pengurus Rayon mengadakan rapat yang bertempat di musholla Azzainiyah agar terselenggaranya diskusi atau kajian kolaborasi dengan baik. Hasil rapatpun memutuskan bahwa kajian ini akan diadakan pada senin malam dengan tema “Membumikan Aswaja dengan Mengkaji Sejarah”.


Sudah sejak  jauh hari sebelumnya para Pengurus Rayon sudah terlebih dahulu memberi informasi kepada para kader untuk mempelajari materi yang akan dikaji, dengan harapan supaya forum diskusi terhindar dari kevakuman.


Tepat pada senin malam, Pengurus Puteri dari dua Rayon tersebut pun segera mengkondisikan para kader PMII untuk hadir pada acara. Di dalam diskusi kolaborasi tersebut,  yang bertindak sebagai moderator adalah sahabati Aulia Stephani dari rayon Ibnu Kholdun, penyaji I; Ilhaminatun Noor dari Rayon Ibnu Kholdun, dan selaku penyaji II; Naura Fikhroh Syadidah dari Rayon Asghar Ali Engineer.


Para kader sangat antusias dalam mengikutinya. Salah satu bukti konkritnya adalah setiap dari mereka membawa refrensi masing-masing baik berupa buku atau hasil searching google. Sekalipun ada beberapa orang yang masih malu untuk mengemukakan pendapatnya, namun mereka sudah bisa dikatakan sangat baik dalam berproses menjadi kader penerus dalam PMII. Salam pergerakan!


Penulis : Afaf Merysca | Editor : Ivan Kharisma

Posting Komentar

0 Komentar