“Peluang Dan Tantangan Pendidikan Di Era-Covid 19“

Sepanjang sejarah perjalanan manusia, kita tidak akan pernah lepas dari pendidikan. Karena, pendidikan merupakan sebuah wadah atau wahana untuk mendidik karakter anak bangsa dan merubah struktur sosial kearah yang lebih baik.


Hal ini, tentunya menjadi dasar dalam menentukan arah perjalanan bangsa, sehingga generasi-generasi muda diharapkan bisa memanfaatkan setiap moment dalam mengeyam dunia pendidikan, salah satunya dengan membaca, diskusi, menulis dan mencari ilmu pengetahuan sebanyak-banyaknya.


Sebagaimana yang dikatakan oleh tokoh pendidikan Nasional Indonesia, Ki Hajar Dewantara “pendidikan berarti daya upaya untuk memajukan pertumbuhan budi pekerti (kekuatan batin, karakter), pikiran (intelek dan jiwa anak) .


hal itu juga diperkuat oleh seorang ahli filsafat pendidikan berasal dari Amerika Serikat yaitu John Dewey yang mengemukakan “proses pembentukan kecakapan fundamental secara intelektual dan emosional ke arah alam dan sesama manusia”.


Tetapi, seiring berjalannya waktu apalagi ditengah wabah covid 19. Membuat semua sektor menjadi tidak berjalan secara maksimal terutama dalam pendidikan. Mengingat sebelum datangnya pandemi covid 19, sistem pendidikan berjalan sistematis dalam pembelajarannya.


Pemerintah pun harus mengambil kebijakan baru agar pembelajaran tidak stagnan dengan menyesuaikan terhadap keadaan saat ini, dengan konsep online dan offline. Konsep baru ini, tentunya menjadi perhatian publik baik guru, kelurga dan seluruh elemen masyarakat karena akan memberikan dampak positif ataupun dampak negatif.


Dengan di terapkan nya pembelajaran Online, hal tersebut dirasakan oleh peserta didik sebagai orang yang pertama kali merasakan kebijakan baru yang diterapkan pemerintah. faktanya peserta didik merasakan kejenuhan, depresi atau malas-malasan, disebabkan pembelajarannya tidak maksimal, gangguan sinyal, SPP tetap berjalan padahal fasilitas tidak digunakan.


Lebih ironisnya lagi, fasilitas kouta internet yang seharusnya digunakan belajar justru dijadikan kesempatan untuk main tik tok, game, you tube,fb, sehingga acap kali mereka mengalami semacam disorientasi dan kedangkalan dalam berfikir.


Kalau kebiasaan itu dibiarkan secara terus menerus maka akan berdampak kepada generasi selanjutnya. Padahal, di Era disrupsi saat ini. Kran ilmu pengetahuan dibuka selebar-lebarnya agar peserta didik dengan mudah belajar dan mengakses ilmu pengetahuan serta sebisa mungkin menciptakan kreatifitas dan inovatif.

Untuk mewujudkan itu semua, tentunya harus ada dorongan dari beberapa pihak terutama orang tua yang bersentuhan langsung dengan peserta didik dalam melakukan pembelajaran online, mereka harus lebih maksimalkan untuk mendampingi ketika peserta didik belajar di rumah masing-masing, memberikan pengayoman yang lebih kepadanya.


Serta menciptakan iklim literasi agar pendidikan karakter dapat tertanam meskipun belajar melalui online, kemungkinan sudah saatnya peserta didik harus belajar otodidak, membentuk keterampilan yang inovatif, kreatif dan produktif dengan keadaan yang serba digital saat ini.


Seperti yang disampaikan oleh Ratu Elizabeth “ kalau kita tidak bisa memanfaatkan keadaan saat ini, maka kita akan’’terguling dari zaman’’. Namun sebaliknya, kalau kita bisa memanfaatkan segala sesuatu yang ada ditengah keadaan disrupsi saat ini. Maka kita akan menemukan hal-hal baru.


Penulis : Khoirul Anam | Editor : Ahmad Basid


Posting Komentar

0 Komentar