Dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama (NU) ke-96, Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Universitas Nurul Jadid (UNUJA) menggelar diskusi, yang bertempat di Gedung B UNUJA (Senin, 31/01/2022).
Forum tersebut dihadiri oleh seluruh kader dan pengurus PMII UNUJA, terdapat enam rayon yang mengikutinya, diantaranya, Rayon Ashgar Ali Engineer, Rayon Nusantara, Rayon Al-Wahid, Rayon Ibnu Firnas, Rayon Ibnu Khaldun dan Rayon Avicenna. Kegiatan tersebut bertemakan “Refleksi Nilai Aswaja Dalam Gerakan PMII dan NU.”
Sahabat Mushafi Miftah, Pengurus Pusat Asosiasi Dosen Ikatan Alumni (IKA) PMII, menjelaskan, wacana 100 tahun NU mandiri. Untuk menyukseskan wacana tersebut PMII perlu menyediakan sumber daya manusia yang memadai.
“Kalau sumber daya manusianya tidak siap, wacana 100 tahun NU mandiri hanyalah mimpi di siang bolong, oleh sebab itu kader PMII diharapkan mampu mengisi berbagai posisi penting di NU.” ujar Mushafi Miftah.
Dilain sisi, Mushafi sapaan akrabnya menambahkan, kader PMII juga harus mampu menempati segala posisi di masyarakat. Untuk itu, pengembangan kader PMII hendaknya dilakukan sesuai dengan kemampuan masing-masing kader. “Kader PMII harus ada di segala bidang kemasyarakatan,” imbuhnya.
Pria yang juga menjabat Kepala Prodi (Kaprodi) Hukum UNUJA, mengatakan, dalam menempati berbagai sektor kemasyarakatan, kader PMII dihimbau untuk tetap berpegang kepada Nilai Dasar Pergerakan (NDP) PMII, hal tersebut diperas dari nilai Aswaja yang merupakan metode berfikir dan kerangka pergerakan.
Penulis : Febi Febrianto | Editor : Saipur Rahman
0 Komentar