Kegiatan ini bersifat umum dan boleh dihadiri oleh siapa saja, entah itu kalangan mahasiswa, santri dan khalayak umum yang ingin tahu menahu mengenai cara Disgn Grafis WPAP. Salah satu jenis Disgn ini menarik bagi banyak kalangan, karena memiliki bentuk yang unik dengan menggunakan garis tegak lurus serta varian warna yang disusun sedemikian rupa.
Agus Miftahurrahman selaku pelaksana menyampaikan ”Sebenarnya dulu tahun 2018 sudah ada komunitas yang bergelut juga dalam dunia Disain Grafis bernama Tanjung 51, namun anggotanya tersebut banyak yang semester akhir sehingga tahun 2019 tidak ada yang melanjutkan dan mengurusi.”
Agus sapaan akbrabnya menyampikan “Rencananya acara ini akan diadakan setiap bulan, entah itu dengan tema yang sama ataupun berbeda. Dan harapan para pelaksana kegiatan ini semoga kedepannya tambah banyak yang ikut bergabung karena selain belajar juga bisa menambah teman baru dan nantinya bisa membentuk suatu komunitas agar jalan kedepannya jelas serta terarah.” Begitulah ujar Agus.
Muhammad Helmi selaku pemateri menjelsakan mengenai sejarah singkat Disain WPAP “Wedha’s Pop Art Potreit (WPAP) adalah suatu gaya populer yang berasal dari Indonesia, teknik ini ditemukan oleh pria asal Pekalongan, Jawa Tengah yang bernama Wedha Abdul Rasyid pada tahun 1990.”
Dalam pemateriannya pria yang biasa di panggil Helmi itu memberikan penjelasanya sembari memperaktekannya langsung, dengan memperlihatkan jenis-jenis Disain WPAP dan memberitahukan bagaimana memilah-menentukan warna yang tepat, para peserta kunjung memahami apa yang telah disampaikan dan dimaksud oleh saudara Helmi.
Kegiatan tersebut berjalan dengan lancar, meskipun ada beberapa kendala dalam hal teknis, seperti misal matinya proyektor dan kendala lainnya. Namun hal ini bisa dimaklumi oleh para peserta yang ikut serta dalam kegiatan tersebut. Sebab kegiatan ini merupakan yang pertama kalinya.
Penulis: Khairul Fatah | Editor: Zainal Mosthofa
0 Komentar