Dinamika Mimpi-mimpi


Suara angin mendaras bersama laut
Kesibukan-kesibukan membuat kelimpungan
Membabitkan segala rindu ‘tuk menangis dan menengadah
Animo kadang menjelma ambisi
Membabi-buta intruksi intuisi

Langkahku sudah kebacut dan kadung tercebur
Yang kuingin bukan lagi menjadi ‘tuk dianja-anja
Tetapi hujan sudah menjelma bianglala
Pelita tetap setia bersemayam dalam jiwa
Berbicara pasrah, berbisik tentang cinta

Hari-hari membelam kisah dan perjalanan
Garis ruang dan waktu melukis
Sedang aku belajar menimbang-nimbang
Realita-realita berbicara dengan bijaksana

Mimpi-mimpi berdinamika
Terpigura di sudut ruang jiwa
Bentangan sajadah beragah-agih dengan bagak
Kami saling bercerita dalam untaian doa-doa

Penulis: Marsyidza Alawiya Ketua Kopri Rayon Asghar Ali Engineer

Posting Komentar

0 Komentar