Cahaya Ramadhan


Bulan Ramadhan ialah bulan yang istimewa bagi umat Islam. Keistimewaan Ramadhan meliputi beberapa peristiwa yang tercatat dalam sejarah, seperti turunnya ayat suci Al-Qur'an, kemenangan dalam Perang Badar, pembebasan Kota Makkah dan kejadian luar biasa lainnya.

Tidak bisa dipungkiri, bulan suci Ramadhan kerap di nanti oleh jutaan umat Islam sedunia. Karena bulan tersebut merupakan bulan istimewa, di awal bulan penuh dengan rahmat, pertengahan pekat ampunan, bahkan akhir bulan sarat kegembiraan ( pembebasan dari api Neraka ).

Bagi umat Islam kedatangan bulan suci Ramadhan sebagai wadah untuk berlomba-lomba dalam kebaikan. Karena patut diakui, Ramadhan berbeda dengan bulan yang lain.

Lantunan suara bulan suci Ramadhan mulai bergema di mana-mana, baik dari masyarakat pedesaan maupun perkotaan. Beberapa kegiatan dilaksanakan oleh masyarakat sekitar, mulai dari puasa, majlis pengajian, takjil Ramadhan, tarawih, tadarrus dan lain sebagainya.

Saban datang bulan Ramadhan rangkaian kegiatan yang memiliki nilai ibadah akan dihitung lebih daripada bulan lain. Bahkan orang yang melakukan kebaikan akan dibalas dengan pahala yang berlipat ganda.

Seperti apa yang di sabdakan oleh Rasulullah SAW, “Barang siapa yang pada bulan ini mendekatkan diri kepada Allah dengan suatu kebaikan, nilainya seperti orang yang melakukan perbuatan yang diwajibkan pada bulan lainnya. Dan barang siapa yang melakukan suatu kewajiban pada bulan itu, nilainya sama dengan 70 kali lipat dari kewajiban yang dilakukannya pada bulan lainnya,” (HR. Bukhori-Muslim).

Begitu banyak sekali keutamaan pada bulan Ramadhan. Apalagi bagi seorang Muslim mempunyai kesempatan untuk menambah serta meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT. Dibulan ini sangat dianjurkan untuk memperbanyak ibadah dan memohon ampunan kepada Allah SWT.

Maka dari itu untuk meraih keistimewaan tersebut, perlunya kesungguhan dalam berpuasa. Khusus bulan Ramadhan terdapat amalan yang cukup mudah untuk mendapatkan ganjaran lebih, seperti memperbanyak shodaqah, berdoa, membaca Al-Qur'an, serta meningkatkan ibadah, baik ibadah mahdah maupun ghoiru mahdah.

Bahkan Rasulullah SAW mengatakan,
تلاثة لاترد دعوتهم الصائم حتى يفطر والامام العادل ودعوة المظلم
Yang artinya: ada tiga orang yang doanya tidak tertolak, orang yang berpuasa sampai ia berbuka, pemimpin yang adil, dan doanya orang-orang yang terdzolimi.

Menurut pendapat Imam Nawawi tentang hadits di atas, bahwa sunnah bagi orang yang berpuasa untuk senantiasa berdoa kepada Allah sebagai bekal hidup di dunia dan akhirat, serta pada perkara yang ia sukai dan jangan lupa untuk selalu mendoakan sesama umat muslim.

Pada akhirnya, kebahagiaan dalam menjalani ibadah puasa di bulan Ramadhan, hendaklah di landasi dengan semangat untuk mendekatkan diri kepada Allah melalui jalan kesadaran dan niat yang benar.

Jika persiapan itu sudah kita lakukan secara optimal, maka kita akan melaksanakan puasa Ramadhan dengan penuh khusyuk.

Supaya ibadah Ramadhan yang dilakukan bukan hanya bergerak tanpa menghadirkan jiwa dan tidak terjebak pada ritual tanpa makna, semoga amal ibadah di bulan Ramadhan ini, tetap dalam ridho dan maunah-Nya Allah SWT.

Penulis: Achmad Iqfani Editor: Khoirul Anam

Posting Komentar

0 Komentar