Puisi

Biasa, Bisa Basi

Biasa mendengar orasi-orasi sangar
Dari gedung-gedung kampus yang bertengger gagah
Di balik asrama pesantren, kisah berlebihan tentang sejarah dipoles begitu indah
Mahasiswa tergelayut dalam panorama-panorama megah
Aktivis redup di bawah ketiak pendahulu-pendahulunya
Arus pertanyaan-pun kian mulai berubah
Bukan bagaimana, cara para petua-petua itu melangkah?
Tapi, jalan suci mana yang telah mereka pilah?
Ah, anggapku gedung itu lambang dari perkumpulan intelektual
Namun rupanya, hanya lambang dari kreatifitas yang berhasil dipapal

Paito, 24 Maret 2023

Mendekatlah

Ada bahasa dari wajahmu
Begitupun dengan wajah-wajah orang lain yang tak seragam bahasanya
Kadang kecut lalu tiba-tiba tersipu
Ada pula yang menggurat rona merah, lalu kemudian murung
Bahasa itu pelan memancarkan ronanya, juga giat minta dipahami
Bahasa itu tidak cukup dengan garis-garis pipi yang melengkung
Sampai sekarang masih sukar dipahami, kenapa gundukan itu bisa menantai isi hati
Tapi yang pasti, mendekatlah!
Karena aku tidak peduli mimikmu hanya ekspresi atau bukan.
Apapun bentuk gundukan itu tetap saja memiliki pertanda, jika kamu butuh kasih sayang.
Mendekatlah!

Paiton, 02 April 2023

Penulis: Alghajali

Posting Komentar

0 Komentar