Mapaba PK PMII Unuja: Pentingnya Transformasi Budaya Gen Z

 

Pelantikan Pengurus PMII Komisariat Universitas Nurul Jadid. [Dokumen Engineer]

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Komisariat Universitas Nurul Jadid (Unuja) gelar Masa Penerimaan Anggota Baru (Mapaba) Raya ke-V. Kegiatan ini berlangsung di Aula II Pondok Pesantren Nurul Jadid, Kamis (14/11/2024).

Acara tersebut di hadiri langsung oleh Ketua Umum Pengurus Cabang (PC) PMII Problinggo, sahabat Abdul Rozak, S.Kom., Perwakilan pengurus (Ikatan Keluarga Alumni (IKA) PMII Nurul Jadid, Sahabat Abdul Hannan, serta kader PMII se-Universitas Nurul Jadid dan peserta Mapaba angkatan 2024.

Dalam sambutannya, Ketua Panitia, Minharul Faiq, menyampaikan bahwa pelantikan dan mapaba kali ini mengusung tema “Transformasi Budaya Gen Z Menuju Pribadi Muslim Yang Berbakat dan Berjihad” tema tersebut di latar belakangi oleh keadaan mahasiswa zaman sekarang yang lebih mengedepankan sifat apatis dan pragmatis terhadap literasi dan organisasi.

“budaya semangat untuk berdiskusi dan berorganisasi tidak lagi dimiliki oleh mahasiswa di era Gen Z sekarang,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Rayon Al-Wahid, sahabat Hadi, dalam Arahnya, menekankan pentingnya untuk melakukan perubahan dan kemajuan. Dengan cara membentuk semangat belajar serta mengembangkan potensi yang ada pada diri mahasiswa.


Peserta Mapaba Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). [Dokumen Engineer]

“Kita harus melakukan transformasi budaya lebih baik lagi kedepannya, menjadi mahasiswa yang memiliki bakat dan kompetensi sehingga mampu untuk berdaya saing satu sama lain,” ujarnya, perwakilan ketua rayon se-Unuja.

Selain itu, sahabat Abdur Rozak juga berpesan bahwa dalam berproses di organisasi mahasiswa bukan hanya sekedar hadir untuk meramaikan, melainkan mampu untuk menimba ilmu, membentuk sikap berjuang, serta mengembangkan kualitas keilmuannya.

“Organisasi bukan hanya tentang uang, tapi bagaimana kita berjuang. Organisasi bukan hanya tentang popularitas, tapi bagaimana bisa meningkatkan kualitas. Organisasi bukan hanya harkat dan martabat, tapi bagaimana menjadi kader yang hebat,” ungkapnya.


Penulis: Saiq Khoiron

Editor: Achmad Iqfani

 

Posting Komentar

0 Komentar