![]() |
| Dokumentasi acara yang dihadiri para Masyaikh, pengasuh civitas akademika, simpatisan dan alumni |
Probolinggo — Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo, menggelar Harlah ke-77 yang dirangkaikan dengan Haul Masyaikh pada Minggu, 18 Januari 2026. Kegiatan tahunan ini berlangsung khidmat dan penuh makna dengan mengusung tema “Dari Tradisi ke Transformasi”, sebagai refleksi perjalanan pesantren dalam menjaga nilai-nilai keislaman sekaligus beradaptasi dengan tuntutan zaman.
Acara tersebut dihadiri oleh para masyaikh, pengasuh, civitas akademika, alumni, santri, serta tamu undangan dari berbagai daerah. Momentum harlah dan haul ini tidak hanya menjadi ajang mengenang jasa para pendiri dan masyaikh, tetapi juga sebagai ruang evaluasi dan perumusan arah masa depan pesantren.
![]() |
| Dokumentasi sambutan keluarga besar ponpes Nurul jadid Sekaligus bupati Bondowoso |
Salah satu tokoh yang memberikan sambutan adalah Bupati Bondowoso sekaligus keluarga besar Ponpes Nurul Jadid, KH. Abdul Hamid, M.Ag. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa transformasi pesantren harus dibangun di atas fondasi tradisi yang kuat.
“Visi kita jelas, menjadi pesantren yang unggul dan mandiri. Untuk memperjuangkan visi tersebut, kita telah membedah dan merumuskan strategi induk pesantren 2021–2040,” ujar KH. Abdul Hamid, M.Ag.
Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa arah pengembangan Ponpes Nurul Jadid berfokus pada empat pilar utama manajemen pesantren. Pilar pertama adalah manajemen pendidikan yang berkualitas, yang menekankan penguatan kurikulum, mutu pembelajaran, dan integrasi keilmuan. Pilar kedua, manajemen sumber daya manusia (SDM) yang kompeten, guna mencetak pendidik dan tenaga kependidikan yang profesional dan berdaya saing.
Pilar ketiga adalah manajemen pendanaan dan kemandirian pesantren yang kuat, sebagai upaya menjaga keberlanjutan lembaga tanpa bergantung sepenuhnya pada pihak luar. Sementara pilar keempat ialah manajemen prasarana yang representatif, demi menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung pengembangan potensi santri.
Tema “Dari Tradisi ke Transformasi” dinilai relevan dengan kondisi pesantren saat ini. Tradisi keilmuan, spiritualitas, dan akhlak tetap menjadi ruh utama, namun transformasi dalam tata kelola, pendidikan, dan kemandirian ekonomi menjadi keniscayaan di era modern.
Melalui peringatan Harlah ke-77 dan Haul Masyaikh ini, Ponpes Nurul Jadid meneguhkan komitmennya untuk terus melanjutkan perjuangan para pendiri, sekaligus menatap masa depan sebagai pesantren yang adaptif, unggul, dan berkontribusi nyata bagi umat dan bangsa.
Penulis : Faiz Masruri
Editor : Pengurus Rayon Asghar


0 Komentar